Bermain game horor sendirian di malam hari punya sensasi yang berbeda. Suasana yang awalnya terasa biasa saja bisa berubah menegangkan hanya karena suara langkah kaki dari balik pintu atau bayangan yang bergerak sekilas di sudut layar. Apalagi, pengalaman tersebut terasa semakin nyata berkat kemampuan visual dan audio yang ditawarkan PlayStation 5. Tidak heran jika banyak gamer mencari game horror PS5 yang mampu memberikan pengalaman bermain penuh ketegangan.
Genre horor juga punya banyak pendekatan untuk membuat pemain merasa takut. Ada game yang mengandalkan monster dengan desain mengerikan, cerita psikologis yang sulit ditebak, hingga mekanik bertahan hidup dengan persediaan senjata dan amunisi terbatas. Beberapa judul bahkan membuat pemain merasa tidak berdaya karena tidak memiliki senjata untuk melawan ancaman yang datang.
Kalau kamu sedang mencari permainan yang bisa membuat jantung berdegup lebih cepat, ada sejumlah judul menarik yang patut masuk ke daftar bermainmu. Berikut 10 game horror PS5 terbaik dengan pengalaman menegangkan yang berbeda-beda.

Platform: PlayStation 5, PC
Tahun rilis: 2024
Bagi penggemar horor psikologis, Silent Hill 2 Remake merupakan salah satu judul yang sulit dilewatkan. Game besutan Bloober Team ini menghadirkan kembali kisah klasik tentang James Sunderland, seorang pria yang datang ke kota Silent Hill setelah menerima surat dari istrinya yang telah meninggal dunia.
Perjalanan James bukan sekadar pencarian seseorang yang sudah tiada. Kota berkabut tersebut menyimpan berbagai misteri dan makhluk mengerikan yang seolah memiliki hubungan dengan kondisi psikologisnya. Semakin jauh menjelajah, semakin banyak pula rahasia kelam yang mulai terungkap.
Salah satu daya tarik utamanya adalah atmosfer permainan yang terasa sangat menekan. Jalanan kosong, bangunan terbengkalai, serta suara-suara asing membuat pemain terus merasa diawasi. Sistem pertarungannya pun tidak dibuat terlalu mudah sehingga setiap pertemuan dengan monster bisa menjadi situasi yang berbahaya.
Menariknya, ketakutan dalam game ini tidak selalu datang dari kemunculan monster. Cerita, simbolisme, dan kondisi mental karakter utama justru menjadi bagian yang membuat pengalaman bermain terasa lebih mengganggu.
Platform: PlayStation 5, Xbox Series X/S, PC
Tahun rilis: 2023
Jika kamu menyukai cerita misteri yang bercampur dengan horor supernatural, Alan Wake 2 bisa menjadi pilihan menarik. Game dari Remedy Entertainment ini menggabungkan survival horror, psychological thriller, dan elemen investigasi dalam sebuah petualangan yang penuh teka-teki.
Pemain akan mengikuti dua karakter dengan cerita yang saling berkaitan. Alan Wake merupakan seorang penulis yang terjebak di dunia gelap bernama Dark Place. Sementara itu, Saga Anderson adalah agen FBI yang sedang menyelidiki serangkaian pembunuhan ritual di sebuah kota kecil.
Kedua perjalanan tersebut menawarkan pengalaman yang berbeda. Saga lebih banyak melakukan investigasi dan mengumpulkan petunjuk, sedangkan Alan harus mencari jalan keluar dari dunia yang terus berubah mengikuti pikirannya sendiri.
Dalam menghadapi musuh, cahaya menjadi elemen penting. Pemain perlu menggunakan senter untuk melemahkan perlindungan gelap yang menyelimuti para monster sebelum menyerang menggunakan senjata. Persediaan amunisi yang terbatas juga membuat setiap pertempuran harus dipikirkan dengan matang.
Tidak hanya menyeramkan, Alan Wake 2 juga menawarkan penyampaian cerita yang unik melalui visual, adegan live-action, dan berbagai kejutan naratif. Cocok untuk gamer yang ingin menikmati horor sekaligus cerita kompleks.

Platform: PlayStation 5, Xbox Series X/S, PC
Tahun rilis: 2023
Bayangkan sedang memperbaiki sebuah kapal luar angkasa, tetapi seluruh awaknya justru berubah menjadi makhluk mengerikan. Situasi itulah yang harus dihadapi Isaac Clarke dalam Dead Space Remake.
Isaac merupakan seorang teknisi yang datang ke kapal tambang USG Ishimura untuk menjalankan misi perbaikan. Namun, setibanya di sana, ia menemukan bahwa kapal tersebut telah mengalami bencana besar. Para kru berubah menjadi Necromorph, makhluk mengerikan yang siap menyerang siapa pun yang masih hidup.
Berbeda dari game aksi biasa, pemain tidak bisa sembarangan menembak bagian tubuh musuh. Necromorph harus dilumpuhkan dengan menghancurkan atau memotong anggota tubuhnya. Mekanik ini membuat setiap pertempuran terasa lebih strategis, terutama ketika amunisi mulai menipis.
Atmosfer kapal Ishimura juga menjadi salah satu keunggulan permainan. Lorong sempit, ruangan gelap, dan suara-suara misterius menciptakan suasana yang membuat pemain selalu waspada. Bahkan ketika tidak ada musuh di depan mata, suara dari ventilasi atau ruangan sebelah bisa membuatmu berpikir dua kali sebelum melanjutkan perjalanan.

Platform: PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series X/S, PC
Tahun rilis: 2019
Resident Evil 2 Remake merupakan salah satu contoh bagaimana game horor klasik bisa dihidupkan kembali dengan kualitas visual dan gameplay yang lebih modern. Ceritanya berpusat pada Leon S. Kennedy dan Claire Redfield yang berusaha bertahan hidup ketika wabah zombie menghancurkan Raccoon City.
Pemain dapat memilih untuk mengikuti perjalanan Leon atau Claire. Keduanya memiliki alur cerita, karakter pendukung, serta tantangan yang berbeda. Meski begitu, satu hal yang akan terus menghantui perjalanan mereka adalah keberadaan para zombie dan ancaman lain yang bersembunyi di setiap sudut kota.
Salah satu bagian paling menegangkan adalah ketika Mr. X mulai mengejar pemain. Makhluk besar ini dapat terus mengikuti pergerakan karakter sehingga pemain harus memikirkan rute pelarian dan menggunakan sumber daya secara efisien.
Kamu juga tidak bisa mengandalkan senjata untuk menyelesaikan semua masalah. Peluru terbatas, ruang penyimpanan barang harus dikelola, dan beberapa musuh lebih baik dihindari daripada dilawan.
Dengan sudut pandang kamera over-the-shoulder dan desain lokasi yang detail, game ini memberikan pengalaman survival horror yang tetap relevan untuk dimainkan di PS5.

Platform: PlayStation 4, Xbox One, PC, Nintendo Switch
Tahun rilis: 2014
Tidak semua game horor memberikan kesempatan kepada pemain untuk melawan musuhnya. Alien: Isolation justru membuatmu harus bertahan hidup dengan menghindari satu makhluk yang hampir tidak mungkin dikalahkan secara langsung.
Cerita berpusat pada Amanda Ripley yang berusaha mencari informasi mengenai hilangnya sang ibu. Pencariannya membawa Amanda ke stasiun luar angkasa Sevastopol. Namun, tempat tersebut ternyata sudah berada dalam kondisi kacau akibat kehadiran Xenomorph.
Hal paling menarik dari permainan ini adalah perilaku Alien yang sulit diprediksi. Makhluk tersebut dapat merespons suara dan tindakan pemain. Jika terlalu sering menggunakan tempat persembunyian yang sama, pemain harus bersiap menghadapi kemungkinan bahwa Alien akan memeriksanya.
Berbagai peralatan seperti motion tracker dan perangkat pengalih perhatian dapat membantu Amanda menghindari ancaman. Namun, penggunaannya juga memiliki risiko karena suara yang dihasilkan bisa menarik perhatian musuh.
Meskipun pertama kali dirilis pada 2014, Alien: Isolation masih menjadi pilihan menarik bagi pemain yang ingin merasakan ketegangan survival horror klasik melalui kompatibilitas PS5 dengan versi PS4.

Platform: PlayStation 4, Xbox One, Xbox Series X/S, PC
Tahun rilis: 2023
Apa jadinya jika kamu harus bertahan hidup di dalam bunker bawah tanah bersama monster yang tidak pernah berhenti memburumu? Itulah situasi yang ditawarkan Amnesia: The Bunker.
Berlatar Perang Dunia I, pemain berperan sebagai Henri Clément, seorang tentara Prancis yang terjebak di sebuah bunker setelah mengalami kejadian mengerikan. Di dalam tempat tersebut, terdapat makhluk misterius yang bersembunyi di balik lorong-lorong gelap dan siap menyerang ketika mendengar suara.
Salah satu mekanik utama yang membuat game ini menarik adalah generator listrik. Pemain harus mencari bahan bakar agar lampu bunker tetap menyala. Ketika bahan bakar habis, area permainan akan semakin gelap dan risiko bertemu monster menjadi lebih besar.
Kamu memang memiliki senjata api, tetapi amunisinya sangat terbatas. Selain itu, monster yang mengintai tidak bisa dikalahkan begitu saja. Pemain harus memanfaatkan lingkungan sekitar, membuat keputusan cepat, dan berhati-hati ketika bergerak.
Amnesia: The Bunker cocok untuk gamer yang menyukai permainan dengan kebebasan eksplorasi, atmosfer claustrophobic, dan ancaman yang bisa muncul kapan saja.

Platform: PlayStation 4, Xbox One, PC
Tahun rilis: 2020
Rumah besar yang terlihat tenang belum tentu menjadi tempat yang aman. Dalam Visage, pemain diajak menjelajahi sebuah rumah yang menyimpan berbagai kisah tragis dan kejadian supernatural.
Game ini menghadirkan beberapa cerita yang saling berkaitan dengan penghuni rumah sebelumnya. Setiap bagian memiliki karakter, misteri, dan bentuk teror yang berbeda. Pemain harus mengumpulkan petunjuk serta menyelesaikan berbagai teka-teki untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Tidak seperti game horor yang mengandalkan pertempuran, Visage lebih menitikberatkan pada eksplorasi dan atmosfer. Kamu tidak memiliki senjata untuk menghadapi makhluk yang muncul. Sebaliknya, pemain harus mengatur kewarasan karakter agar tidak semakin mudah mengalami gangguan supernatural.
Sistem sanity menjadi salah satu mekanik yang menarik. Ketika karakter terlalu lama berada dalam kondisi gelap atau mengalami kejadian menyeramkan, kewarasannya bisa menurun dan memicu berbagai gangguan.
Buat kamu yang lebih menyukai horor psikologis dengan suasana rumah angker, Visage layak dicoba. Versi PS4-nya dapat dimainkan di PS5 melalui backward compatibility.

Platform: PlayStation 4, Xbox One, PC
Tahun rilis: 2015
Kalau biasanya game horor membuat pemain takut terhadap monster, SOMA menawarkan sesuatu yang sedikit berbeda. Game besutan Frictional Games ini menggabungkan fiksi ilmiah dengan horor psikologis dan pertanyaan filosofis tentang identitas manusia.
Pemain berperan sebagai Simon Jarrett yang tiba-tiba terbangun di fasilitas penelitian bawah laut bernama PATHOS-II. Tempat tersebut terlihat seperti fasilitas yang sudah lama ditinggalkan, tetapi berbagai mesin dan makhluk misterius masih beraktivitas di dalamnya.
Sepanjang permainan, Simon harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada fasilitas tersebut sekaligus memahami alasan dirinya berada di sana. Ceritanya perlahan mengungkap berbagai pertanyaan tentang kesadaran, ingatan, dan hubungan antara manusia dengan teknologi.
Tidak seperti survival horror pada umumnya, SOMA lebih mengutamakan eksplorasi, pemecahan teka-teki, dan pengambilan keputusan. Pemain tidak memiliki senjata untuk menghadapi sebagian besar ancaman sehingga menghindar menjadi pilihan utama.
Daya tarik terbesarnya justru terletak pada cerita yang membuat pemain mempertanyakan banyak hal bahkan setelah permainan selesai. Jika kamu menyukai horor dengan narasi mendalam, judul ini bisa memberikan pengalaman yang berbeda.

Platform: PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox Series X/S, PC
Tahun rilis: 2023
Berbeda dari beberapa seri Resident Evil yang lebih banyak berfokus pada eksplorasi tempat sempit dan suasana sunyi, Resident Evil 4 Remake menawarkan perpaduan horor, aksi, dan survival yang lebih intens.
Pemain kembali mengikuti Leon S. Kennedy yang mendapat misi untuk menyelamatkan Ashley Graham, putri presiden Amerika Serikat. Pencarian tersebut membawanya ke sebuah desa terpencil di Eropa yang dihuni oleh penduduk dengan perilaku tidak wajar.
Ancaman yang dihadapi Leon bukan sekadar zombie biasa. Para penduduk desa memiliki kemampuan untuk menyerang secara berkelompok, menggunakan senjata, dan mengepung pemain dari berbagai arah. Situasi ini membuat pemain harus terus bergerak sambil mengatur amunisi serta perlengkapan yang dimiliki.
Remake ini juga menghadirkan sejumlah peningkatan dari versi aslinya, termasuk sistem pertarungan yang lebih responsif, visual yang lebih detail, dan mekanik parry menggunakan pisau. Pemain dapat menangkis serangan tertentu, tetapi tetap harus memperhatikan kondisi senjata karena pisau bisa mengalami kerusakan.
Resident Evil 4 Remake cocok untuk gamer yang ingin menikmati game horor dengan tempo lebih cepat tanpa kehilangan elemen survival yang menjadi ciri khas seri ini.

Platform: PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series X/S, PC
Tahun rilis: 2024 (rilis penuh)
Jika kamu ingin bermain horor bersama teman, The Outlast Trials menawarkan pengalaman yang berbeda dari game horor single-player pada umumnya. Game ini membawa pemain ke dalam eksperimen mengerikan yang dilakukan oleh perusahaan misterius bernama Murkoff Corporation.
Pemain berperan sebagai salah satu subjek eksperimen yang harus menyelesaikan berbagai misi di fasilitas penuh ancaman. Setiap area memiliki objektif, jebakan, dan musuh yang dapat memburu pemain kapan saja.
Salah satu hal menarik dari permainan ini adalah fitur multiplayer co-op. Kamu dapat menyelesaikan misi bersama teman atau pemain lain secara online. Kerja sama sangat penting karena setiap anggota tim harus saling membantu untuk mencapai tujuan dan menghindari musuh.
Namun, bermain bersama bukan berarti pengalaman horornya menjadi lebih ringan. Berbagai karakter musuh memiliki pola serangan dan kemampuan yang membuat pemain harus terus waspada. Bahkan, situasi bisa berubah kacau ketika satu anggota tim tertangkap dan pemain lain harus memutuskan apakah akan menyelamatkannya atau melanjutkan misi.
Bagi penggemar game horor yang ingin merasakan ketegangan sekaligus keseruan bermain bersama teman, The Outlast Trials merupakan pilihan yang menarik.
Menariknya, pengalaman bermain horor tidak selalu ditentukan oleh seberapa banyak monster yang muncul di layar. Ada game yang membuat pemain takut melalui suasana sunyi, ada yang mengandalkan kejar-kejaran tanpa henti, dan ada pula yang meninggalkan pertanyaan psikologis setelah ceritanya berakhir.
Sepuluh judul di atas menawarkan pengalaman yang cukup beragam untuk penggemar horor di PlayStation 5. Kalau ingin menikmati cerita penuh misteri, Silent Hill 2 Remake dan Alan Wake 2 bisa menjadi pilihan. Sementara itu, Dead Space Remake dan Resident Evil 4 Remake cocok untuk pemain yang menyukai perpaduan aksi dengan survival horror. Untuk pengalaman bersama teman, The Outlast Trials patut masuk daftar.
Jadi, sebelum menyalakan konsol dan mulai bermain, mungkin ada baiknya kamu memastikan lampu kamar tidak benar-benar mati. Sebab, setelah mencoba salah satu game horror PS5 di atas, suara kecil dari luar kamar saja bisa terasa seperti sesuatu yang sedang mengintaimu.